How can it be possible ?
I've dreamth about you last night, someone i never really talk with. Ok, maybe i've talk with you in couple years ago, but it's just short conversation, there's nothing more than that.
I had better dream than this one, but why it making me think of you all day long.
It's really weird felling, because i missed you for the reason that i don't really now.
Have you ever felt when you busy with your life and in the other place far from you there someone who thinking you, wondering that you thinking her/him to ? I love this felling, but hate this too. It's weird.
Weird feeling
Sabtu, 13 Januari 2018
Jumat, 28 April 2017
Duku' tedong..
Awal keras tapi setelah di longo'
Jadi lembut..
Hatimu..
awalnya keras..setelah ditaklukkannya
Jadi lembut semacam pantat bayi
Bulunangko..
Awalnya pahit, lalu disatukan dengan duku'
Dimasukkan ke dalam bambu
Uhh..sedap
Hidupmu..
Awalnya pahit, lalu ia datang
Bersama senyum dan sayangnya
Uhh..manis
Ollon..
Awalnya jauh, sepi, tak terpandang
Mengemis cinta dari para pencari keindahan
Kini, ia angkuh..sulit ditaklukkan
Acuh pada yang memuja keindahannya
Kamu..
Awalnya pilu, risau, dan galau
Memohon secuil dari hati yang dimilikinya
Kini..kau mapan, tampan, beriman
Tak hirau lagi pada yang dulu menolakmu
Pa'karing..
Bentuknya buruk, hitam, keras, dan asin
Coba kau makan dengan sepiring nasi panas
Lidahmu bahagia karenanya
Puisi ini..
Tidak beraturan, maksa, aneh, dan garing
Coba kau baca lagi dilatari lagu favoritmu
Senyummu merekah dibuatnya
Katokkon..
Merah, panas, dan pedis
Tanpanya kau terus lapar
Penulis puisi ini..
Belum mandi, muka bantal, kusut
Tanpanya..senyum kecil dibibirmu itu takkan ada
Sabtu, 25 Februari 2017
Level I
Mama'-mama' yang mampu menjelaskan letak Sa'dan Ulu salu kepada anak perempuannya yang kuliah di Jogjakarta hingga anaknya (pura-pura) mengerti.
Level II
Mama'-mama' yang mampu melakukan 3 aktivitas ini ; me utan bai, ma'pakande bai, dan shoping ke pasar pagi, di mulai dari jam 6 - jam 8 pagi.
Level III
Mama'-mama' yang mampu memakan deppa tori, kue bawang, indo' deppa, pa'piong, panglongo' tedong , dan sambal lure dalam sekali duduk.
Level IV
Mama'-mama' yang ketika mendengar ada kerabat dekat yang meninggal, TIDAK langsung mengucapkan kalimat "rampo omo ya tu indan" melainkan kalimat belasungkawa.
Dan level tertinggi adalah....jeng jeng jeng jeng jeng !!!
Level V
Mama'-mama' yang walaupun sudah cantik dengan kebaya, gincu, dan kondek, namun masih ingat cara untuk "manglalek pa'piong" dengan baik dan benar.
Senin, 03 Oktober 2016
Terima kasih untuk surat yg kau titip melalui pong Sattu. Telah kubaca surat itu di to'tanampo tempat kau pernah menenangkan diriku saat aku kumarrak. Hal-hal yang telah kita lalui bersama memang sematanning ta'bu.
Hanya saja, Mengkendek dan pangala' sudah terlalu jauh bagiku, apalagi jarak yang terbentang diantara kita berdua . Sudah terlalu lama kau tidak memberiku kabar. Kau terlalu sibuk menteka' mimpimu yang setinggi gunung sesean untuk memiliki 12 tedong saleko..dan aku mulai lelah ungkampai ko.
Sebulan yg lalu, pong Sattu membawah pa'anakannya ke rumahku. Seorang pia muane maganta' dan harus ku akui bahwa penangku telah mennosok kepadanya ketika pertama kali ku melihatnya. Hatiku berdebar seperti issong yg dirambi-rambi. Tatapannya membuatku terhanyut bagaikan derasnya air sungai sa'dan. Sejak itu, iya mengajakku sumalong mengelilingi kota rantepao, makan pangrarang di pong bori', kemudian bergandengan tangan di pertokoan sambil memandangi kerlap kerlip lampu sitor yg lalu lalang dibawahnya.
Banyak lelaki yg merruku diriku setelah kepergianmu duluh, tapi hanya dia satu2nya lelaki yg membuatku mampu melupakan kisah manis kita dito'tallang. Dan tentang bapakku, hatinya sudah mala'ba pada dirimu sejak engkau dengan batta'nya mencuri sang lampa tuaknya, sehingga ketika lelaki itu dtg melamarku, bapakku dgn senang hati menerimanya, begitu pun aku.
Mungkin surat ini bagaikan billa' mataran yg telah mengira' penammu. Tapi 1 hal yg harus kau tau, bukan 12 tedong saleko yg ku rannuan, melainkan kepastian darimu. Hanya maaf yg bisa kusampaikan padamu dan harapan semoga kau bertemu baine maballo yg bisa membahagiakanmu.
Dari, Lai' Sabe'
Selasa, 16 Agustus 2016
![]() |
| At Warcode BTP ketika hidup lagi lucu2x gara2 salah pilih (Maybe) |
Memilih mungkin telah menjadi hakikat kita sebagai manusia. Sekolah, pekerjaan, teman, pasangan hidup, tempat tinggal, dan sebagainya. Kita senantiasa diperhadapkan pada berbagai macam pilihan selama kita masih bernafas. Seakan satu kali saja kita salah memilih maka hidup kita akan berantakan. Pilihan memang resiko, tapi bukankah itu arti hidup yang sesungguhnya. Ketika kita mampu menghadapi resiko dari pilihan kita.
Bahkan sejak Tuhan menciptakan Adam dan Hawa lalu menempatkan mereka di taman Eden pilihan itu sudah ada. Pilihan untuk memakan atau tidak memakan buah yang dilarang oleh Tuhan. Mungkin hanya satu hal yang tidak dapat kita pilih di dunia ini, dari orang tua seperti apa kita akan lahir. Itulah mengapa keberadaan mereka sangat istimewah. Dipilih langsung oleh Tuhan.
Jika kita punya kehendak bebas untuk memilih, lalu apa sesungguhnya arti takdir ? Saya sering mendengar orang berkata bahwa jalan hidup manusia di muka bumi ini sudah digariskan oleh Tuhan. Kita sebagai ciptaanNya hanya harus menjalaninya dengan baik. Kemudian bagaimana dengan pengemis-pengemis di lampuh merah, atau para pecandu narkoba, atau anak2 yang menjadi korban karena peperangan di daerah konflik. Apakah Tuhan begitu jahat karena menulis takdir hidup yang begitu jahat bagi mereka ? Tidak !
Saya percaya Tuhan selalu merancangkan kebaikan bagi kehidupan manusia. Namun jangan lupa, kita juga memiliki kehendak bebas untuk memilih dan menjalani pilihan2 itu. Takdir ?? Ya, itu tetap ada. Ketika kau memilih yang ini tapi ternyata yang terjadi malah itu..ya itulah mungkin yang disebut takdir.
Dan tentang memilih, selalu ada resiko di dalamnya. Memilih mungkin tidaklah sulit, namun hidup bersama resiki dari pilihan2 yang kita pilih. Itu susah. Tapi tidak ada kok yang bilang hidup itu muda. So, jalani saja. Moga pilihan dan takdir membawah kita ke tempat yang indah :)
Jumat, 12 Agustus 2016
Pendapat orang tentang menjadi single a.k.a tanpa pacar a.k.a fakir asmara tentu berbeda-beda. Di dunia ini siapa sih yang tidak ingin hidupnya dipenuhi dengan hal bernama cinta. Itu mungkin kebutuhan dasar manusia SETELAH makanan. Yakaleeee kita bisa makan pake cinta aja. Tidak kan ? Itu menurut saya. Kalau menurut teorinya paman Abraham Maslow lain lagi. Kebutuhan semisal cinta (kebutuhan sosial) berada pada posisi ketiga dari lima kebutuhan yang katanya akan selalu berusaha dipenuhi oleh manusia sepanjang ia hidup. Sementara posisi tertinggi dihuni oleh kebutuhan bernama "Aktualisasi diri".
But here, we're not talking about that teori ! Kalau penasaran dengan teori itu..langsung googling aja. Okay, kembali ke topic "how single life is" Seakan-akan saya sudah sangat ahli dalam hal ini. Padahal emang udah khatam banget. Kalau dalam dunia kerja saja pengalaman 2 tahun sudah dianggap cukup mumpuni lalu apalah saya ini yang almost 24 years malang melintang dalam dunia keter-single-an ini *kemudian jadi partikel2 atom*
Hm...being single. Gimana ya ?? Senang iya..tapi sedih juga ada. Tapi entahlah, lebih banyak sedih atau senangnya itu relatif. Hidup sendiri...jauh dari orang tua pula..baru resign pula. Kurang malang apa lagi ya oloooh.
No ! Seriously, menjadi single tidak semenyeramkan itu kok, ya selama kamu masih punya orang-orang tanpa label "pacar" dibelakangnya yang tetap setia saat kamu butuh teman curhat, minta traktiran, tempat nginap, tebengan kemana-kemana, tempat untuk mengeluarkan candaan sarkas yg menyakitkan hati. If u have that kind of people, then u are alive ! Apalah artinya "alarm" pengingat jam makan dan jam tidur saat saya masih punya kesadaran untuk melakukan semua itu sendiri. Tindakan lebih penting dari pada sekedar kata2 sob.
Bagian ter-mengharukan of being single adalah pertanyaan dari orang2 disekitar saya yang berbunyi demikian "jadi sekarang, udah punya pacar wi'?" Nah saat pertanyaan itu dilontarkan, saya dengan muka innocent (padahal dalam hati udah pengen garuk2 tembok) hanya bisa menjawab "belum ketemu sama yang bisa bikin perut berasa dipenuhi dengan kupu2)
Hal kedua yang akan sering dialami oleh perempuan bertabiat seperti saya adalah telinga akan sering2 mendengar perkataan "sebenarnya banyak yang suka, tapi kau yang terlalu PEMILIH " *speechless*
Ketiga, banyak hal2 aneh yang terjadi ketika umur udah hampir 24 tahun tapi masih sendiri ajeh. Yaolooh umur udah hampir seperempat abad, tapi masih jomblo, itu hati apa batu sih ?? Hahahaaa
Pelajaran moral yang saya petik adalah sejomblo2nya nasib kita...akan sangat banyak yang "perhatian" dengan kehidupan (tanpa) pacar yg kita jalani. Dan satu lagi, hingga saat ini saya masih bingung dengan teman2 saya yang hobby banget curhat masalah pacar kepada orang yang paling tidak berpengalaman seperti saya. Itu masih menjadi sebuah misteri hingga detik ini.
Ya...pada intinya siapa sih yang mau sendiri terus ? Tetap akan ada tempat di hati kita yang kosong bahkan ketika cinta dari sahabat dan orang tua membuncah di dalam dada *hasikeeeee
Akan selalu ada ruang yang kosong yang hanya dapat diisi oleh seseorang yang kita sebut sebagai belahan jiwa. Hanya saja kita tidak mungkin memaksakan hal itu dengan menerima semua hati yang datang pada kita kan ? Kecuali kalau kamu tipikal orang yang tidak mampu bertahan tanpa kehadiran makhluk bernama pacar, atau yang motto hidupx "yang penting punya pacar" "yang penting udah laku". I'm not that girl, that's why i'm still here..wondering where should i spent my satnight :)
Senin, 01 Agustus 2016
Kamis, 28 Juli 2016
Minggu, 17 April 2016
![]() |
| Wefie wif kakak2 yg sudah tua |
![]() |
| wefie with adik2 PMKO |
Peralihan dari situasi yg rame menuju ke kamar kost yg sepi sering sulit untuk ditangani. Dari pada cuma tatap2an sama dinding kamar kost, mending tatap2an sama kamu *ehhhh. Mending coret2 dikit tentang kita yg kemarin menghabiskan sabtu malam bersama. Menyenangkan bisa menghabiskan 1 malam bersama mereka yg ku sebut anak2 terang. Tidak terasa sudah 6 tahun aku menjadi bagian dari rumah itu. Rumah yang punya nama PMKO Fisip Uh. Ku sebut saja ia rumah karena ia tempatku bertumbuh menjadi seperti adanya aku saat ini. Ku sebut ia rumah karena banyak tantangan yang ia beri untukku yang walaupun tidak muda tapi ternyata bisa ku lewati dan membentuk karakterku menjadi perempuan yang (agak) tangguh ;)
Aku dibesarkan dalam rumah itu bersama saudara2 yang lain. Sayangnya banyak dari mereka yang harus pergi meninggalkan rumah itu untuk mengejar mimpi2 mereka yang lain. Beruntung bagi kami yang masih bisa tetap mengejar mimpi dan bisa tetap bernaung di rumah itu. Sekarang rumah itu kedatangan adik2 yang baru. Adik2 yang kelak menjadi penerus PMKO Fisip UH. Adik2 yang kelak akan menjaga rumah itu ketika kami yang sudah lebih duluh bernaung didalamnya harus meninggalkan rumah itu juga.
Buat kalian yang baru : Terima kasih karena sudah datang dan tinggal di rumah kita. Mungkin beberapa dari kalian masih sedikit asing dengan keadaan rumah ini, tapi seiring berjalannya waktu kalian akan mendapat sahabat dan saudara di dalamnya.
Mungkin kelak, beberapa dari kalian akan kehabisan kata2 untuk memanggil teman2 kalian yang lain, yg mulai lelah dan tertarik dengan "rumah" lain di luar sana. Mungkin beberapa dari kalian akan pusing dengan beban yang nantinya diletakkan di pundak kalian. Mungkin juga beberapa dari kalian akan merasakan titik jenuh ketika harus mengerjakan hal2 yang sama setiap minggunya (menjadi PF dan liturgis misalnya). Mungkin kalian juga akan mengalami rasa deg2an plus mules ketika melihat kakak2 kalian yang dalam kesehariannya begitu ramah dan penyayang tiba2 menjadi lebih menakutkan dari pada kecoak terbang saat LPJ. Dan mungkin juga beberapa dari kalian akan dekat dengan jodoh orang lain di sana :D
Kita tidak bisa benar2 memastikan, apa yang akan kalian alami ke depan saat bernaung di rumah itu. Tapi adik2ku, percayalah bahwa apapun yang kalian lalui nantinya susah atau senang...akan menjadi alat Tuhan untuk membuat kalian menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dalam iman. Dan ingat selalu, bahwa kalian tidak sendiri. Di dalam rumah itu, ada banyak karakter yang akan menopang satu sama lain. Selamat datang di rumah, selamat berproses !
Jumat, 19 Februari 2016
"Dimengerti", selalu identik dengan wanita. Tidak heran AdaBand sukses dengan lagu mereka yg berjudul "karena wanita ingin dimengerti". Padahal bukan cuma wanita yg butuh dimengerti, yg laki-laki pun butuh dimengerti.
"Dimengerti", selalu menjadi momok yang mengakibatkan rusaknya sebuah hubungan akibat orang2 yang berlakon dalam hubungan itu tidak memperolehnya.
"Dimengerti", menurutku ini kata yang paling egois. Kenapa orang2 butuh dimengerti. Kenapa tidak hapus saja 2 huruf di depanx sehingga yang tersisa hanya "mengerti". Mungkin saja dengan "mengerti" tiap hubungan bisa terjalin lebih baik.



