Pages

Tampilkan postingan dengan label My Voice. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Voice. Tampilkan semua postingan

Seberat apapun masalahmu, BUNUH diri bukan solusinya

Selasa, 17 November 2020

Seperti biasanya, aku terbangun di pukul 05.30. Berdoa,  sekedar mengucap syukur karena semalam tidurku nyenyak sekali. Dan kemudian ku raih hp di samping bantal..Cek notifikasi,  hanya ada chat dari group...okay kulanjutkan tidurku,  tapi boong.

Kubuka chat group itu.. Bahasannya masih seputar kasus bunuh diri yg terjadi kemarin(17/11).

Biasanya saya akan cepat lupa dengan pembahasan seperti itu. Toh.. itu juga bukan teman saya,  bukan tetangga saya.  Saya tidak mengenal orang2 dalam kasus itu.
Tipikal pembaca berita kontroversial.  Baca- nikmati euforianya-bikin komentar ini itu- udah.

Tapi pagi ini,  rasanya saya begitu gelisah. Kasus bunuh diri di Toraja sepertinya tidak bisa disepelehkan lagi. Ini isu serius. Bayangkan saja,  belum meredah kasus remaja yang bunuh diri dengan meninggalkan 2 lembar surat utk pacar dan keluarganya, ada lagi kabar menyedihkan dari perempuan 24 tahun yang mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama.
Dan ternyata,  sebelumnya pacar dari si perempuan ini juga meninggal bunuh diri. Di bulan yang sama. Dan jangan lupakan kasus2 bunuh diri jauh sebelum tiga peristiwa ini. This is not a joke anymore,  kawan.

Ini sungguh masalah serius.  Serius dan menyedihkan.
Saya bahkan mulai berpikir apa kira2 hal yang bisa saya lakukan untuk bisa meminimalisir hal seperti ini.  First,  saya bukan opinion leader  yang ketika berbicara..semua orang akan tertuju ke saya. 
Jangankan saya,  bapak bupati yang bicara saja belum tentu akan di dengar oleh semua orang apalagi diriku ini.. Yekaaaan.
Apalagi kalau hanya berkata "Jangan bunuh diri". Percayalah,  tidak banyak orang yang suka dengan kata "jangan".

But seriously,  kita harus melakukan sesuatu. Jangan menunggu pemerintah atau organisasi2 tertentu untuk bertindak. Ini adalah masalah kita bersama..secara khusus kita yang ada di Toraja.

Mungkin tidak banyak yang bisa kita lakukan karena masing2 orang punya pergumulannya sendiri yang tidak diketahui oleh orang lain.
But yang harus kita ketahui adalah orang yang mengakhiri hidupnya, tentu karena tidak lagi menemukan jalan keluar dari masalah2nya. Tidak lagi punya harapan untuk menjalani hidup. Dunianya mungkin runtuh karena satu dan lain hal.
So.. Menurut saya, hal kecil tapi bermakna sangat besar yang bisa kita lakukan adalah "Kepedulian" dan "Keterbukaan". Tidak bermaksud menggurui,  saya hanya ingin membagikan apa yang saya pikirkan dan rasakan.

Hm.. Tidak perlu berencana melakukan hal2 yang besar, cukup menjadikan lingkungan pertemanan kita menjadi seperti rumah yang nyaman.
Mari menjadi pribadi yang peduli. Peduli yang tulus,  bukan peduli yang hanya untuk mencari tau kelemahan orang lain,  lalu membagikan aib orang.
Menjadi rumah yang nyaman untuk teman2 kita,  jika mereka merasa nyaman mereka pasti terbuka kepada kita.  Dan ingat,  keterbukaan selalu mengawali pemulihan. 

Tak perlu menghakimi saat seseorang menceritakan masalahnya kepadamu, terkadang kita hanya harus menjadi pendengar yang baik untuk teman2 kita. That's all what we need.

In the end,  masing-masing orang punya tingkat kesabaran yang berbeda-beda dalam menghadapi sebuah masalah. Entah itu masalah patah hati,  ekonomi, atau apapun..tak usahalah menghakimi yang telah "pergi" dengan mengatakan "hanya karena masalah sepeleh". Tingkat tolenransi orang berbeda-beda dalam menghadapi masalahnya. Saya berbicara seperti ini bukan berarti saya menyetujui alasan seseorang membunuh diri ya.  Tidak ada alasan apapun yg bisa digunakan untuk membenarkan seseorang dalam melakukan suicide.  Hope you know what i mean.

Saya yakin,  diluaran sana masih banyak jiwa-jiwa yang hampir menyerah. Tidak jauh,  mereka ada disekitar kita.  Itu bisa saja teman2 terdekat kita. 
Oleh karenanya,  Ayo lebih peduli dan pekah.
Yang punya masalah,  ayo lebih terbuka.  Jangan diam,  jangan menyerah,  masih ada yang peduli, percayalah.
Dan jangan lupa,  hidup ini berharga..sesulit apapun itu.  Setiap orang punya masalah,  bukan hanya kamu.  Kamu tidak sendiri.

Have a great day,  semuanya. 
Mari menebar aura positif.

Kemahatololan

Minggu, 06 November 2016

Laki-laki brengsek dam perempuan bodoh entah mengapa terlalu sering dipertemukan. Terbungkus dalam kemasan terbaik namun isinya kurang berkualitas. Saling menyakiti tapi selalu kompromi karena alasan klasik, cinta. Bukankah seorang laki-laki harusnya menjadi pelindung bagi perempuan yang dicintainya ? Tapi teriakanmu dan pukulanmu berkhianat setengah mati pada cintamu.

Dan maaf-maaf saja jika kau kusebut perempuan bodoh. Apakah memberi kesempatan pada laki-laki untuk memarahi dan memukulimu bukan salah satu gambaran perempuan bodoh ? Ayahmu dengan penuh kasih sayang membesarkanmu dan dengan mudahnya kau "mengizinkan" laki-laki yang baru kau kenal beberapa bulan yang lalu untuk menyakitimu. Otakmu dimana ?? Lagi-lagi cinta.

Cinta memang menyilaukan, tapi jangan kau diperbudak oleh rasa cinta dan kebodohanmu yang maha besar itu ? Oh ya..dan setidaknya jika kalian ingin merayakan kebodohan kalian bersama-sama jangan pernah membuat diri kalian sebagai tontonan ya.

From Lai' Sabe to Linggo ToMebalun

Senin, 03 Oktober 2016

Dear, Linggo ToMebalun,

Terima kasih untuk surat yg kau titip melalui pong Sattu. Telah kubaca surat itu di to'tanampo tempat kau pernah menenangkan diriku saat aku kumarrak. Hal-hal yang telah kita lalui bersama memang sematanning ta'bu.

Hanya saja, Mengkendek dan pangala' sudah terlalu jauh bagiku, apalagi jarak yang terbentang diantara kita berdua . Sudah terlalu lama kau tidak memberiku kabar. Kau terlalu sibuk menteka' mimpimu yang setinggi gunung sesean untuk memiliki 12 tedong saleko..dan aku mulai lelah ungkampai ko.

Sebulan yg lalu, pong Sattu membawah pa'anakannya ke rumahku. Seorang pia muane maganta' dan harus ku akui bahwa penangku telah mennosok kepadanya ketika pertama kali ku melihatnya. Hatiku berdebar seperti issong yg dirambi-rambi. Tatapannya membuatku terhanyut bagaikan derasnya air sungai sa'dan. Sejak itu, iya mengajakku sumalong mengelilingi kota rantepao, makan pangrarang di pong bori', kemudian bergandengan tangan di pertokoan sambil memandangi kerlap kerlip lampu sitor yg lalu lalang dibawahnya.

 Banyak lelaki yg merruku diriku setelah kepergianmu duluh, tapi hanya dia satu2nya lelaki yg membuatku mampu melupakan kisah manis kita dito'tallang. Dan tentang bapakku, hatinya sudah mala'ba pada dirimu sejak engkau dengan batta'nya mencuri sang lampa tuaknya, sehingga ketika lelaki itu dtg melamarku, bapakku dgn senang hati menerimanya, begitu pun aku.

Mungkin surat ini bagaikan billa' mataran yg telah mengira' penammu. Tapi 1 hal yg harus kau tau, bukan 12 tedong saleko yg ku rannuan, melainkan kepastian darimu. Hanya maaf yg bisa kusampaikan padamu dan harapan semoga kau bertemu baine maballo yg bisa membahagiakanmu.

Dari, Lai' Sabe'

If i love Him

Sabtu, 10 September 2016

Pict Source :  Google

"Menunggu tapi tak ditunggu, bertahan tapi tak ditahan, mencinta tapi tak dicintai..serupa tangan yang hanya bertepuk dengan angin, tidak akan pernah menciptakan bunyi."

Untuk sebuah kasih, adakah yang lebih besar dari itu ? Bagi saya tidak, dan memang begitulah nyatanya. Kemarin saya pulang rumah itu, setelah sekian lama berkutat dengan hiruk pikuk dunia luar yang jauh dari zona nyaman seperti yang selalu bisa saya nikmati di rumah. Selama hidup di luar banyak hal yang saya pelajari dan "pulang" harusnya menjadi kesempatan besar untuk membagi pelajaran itu bukan ?

"Kasih kepada Tuhan" adalah tema yang adik2 pengurus berikan bagi saya. Awalnya saya bingung bagaimana harus menceritakan kisah "Kasih kepada Tuhan" ketika beberapa hari itu saya juga agak marah padaNya. Marah pada Tuhan ? Wow..siapa saya sampai punya hak untuk marah pada Tuhan. But i really am. Saya bukan seorang Mandy More di film A Walk to Remember yang dengan tulus berkata "i have no reason to angry with God" bahkan ketika Tuhan memberikan penyakit yang nantinya akan merenggut hidupnya. 

Yaa..Tuhan selalu punya selerah humor yang terlalu tinggi, sampai2 kadang kita tidak mengerti maksud dari humor itu bukan ? Seperti kemarin ketika saya dipercayakan untuk membawah firman "Kasih kepada Tuhan" di saat hubungan saya dan Tuhan sedang agak terlalu kurang romantis. 

Bisa saja dengan gampangnya saya bertanya pada om google tentang kiat2 mengasihi Tuhan. Tapi itu terlalu menggurui, dan saya tau saya tidak pantas untuk menjadi guru dengan keter-alay-an saya di umur yg hampir 24 tahun ini. Lagian nyontek di google tidak akan membuat saya lancar berkata2. Oh ya, kunci untuk public speaking (secara khusus utk anak komunikasi) adalah menggunakan kata2 sendiri a.k.a jujur. Trust me it work (bukan iklan) 

Well, setelah merenung dan bertanya pada Tuhan, walaupun saat itu saya masih agak marah padaNya *tidak tau diri* :D And then, God answering me. Jawabannya simple, hubungan saya dan Tuhan saat ini menjadi jawabannya. Saya marah dan menjauh, tapi ketika saya datang..ya, Dia masih disana. Tidak kemana-mana. Bukan karena kasih Tuhan terlalu murah dan gampang diperoleh, tapi Dia sendiri tidak bisa menyangkal diriNya untuk tetap mengasihi saya dan kalian. 

Hati manusia bisa pergi kemana-mana..seberapa besar pun kita mengasihi Tuhan. Itu karena saya dan kalian tidak sempurna. Jika saya dan teman2 mampu setia 100% maka Tuhan Yesus tidak perlu berada di kayu Salib. Kita tidak akan pernah sempurna atau kudus dengan usaha kita, selain disempurnakan dan dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Dan lagi, jika kita 100% tanpa pelanggaran, lalu untuk siapa Tuhan datang ke dalam dunia nantinya ? Bukankah Dia datang untuk mencari yang berdosa. 

Tapi walaupun begitu, dosa adalah maut. Seberapa pun Tuhan mengasihi kita tapi hati kita terlalu keras untuk tetap berurusan dengan dosa maka ketika maut tiba2 datang..aku dan kamu bisa apa ? 

Ada 4 jenis kasih yang kita tau dalam bahasa Yunani *kemudian berasa lagi kerja skripsi* :D Diantaranya ada Agape yaitu kasih tanpa syarat, tidak menuntut balas, ah...sempurnah deh pokoknya. Seperti itulah kasih Tuhan kepada kita. 

Lalu, bagaimana dengan kasih kita kepada Tuhan ? Apa yang bisa kita berikan sebagai ungkapan syukur untuk Pribadi yang sedemikian mengasihi kita dan setia bagi kita (walaupun kadang selerah humornya Tuhan ketinggian, and sometimes we don't get it :D ) Tentu hati yang terbaik yang ada pada kita. Jadi, jaga hati kita agar layak bagi Tuhan yaa :) 

Semoga tidak adalagi menunggu yang tidak ditunggu, bertahan yang tidak ditahan, mencinta yang tidak dicinta..sehingga tepukan kasih Tuhan bisa bertepuk dengan kasih kita kepadanya dan menghasilkan melodi yang indah. 

But first, be happy !

Kamis, 28 Juli 2016

"Tidak mudah menemukan kebahagiaan di dalam diri kita sendiri, dan tidak mungkin menemukannya di tempat lain"

-Agnes Repplier-


"Lakukan semuanya dengan hati yang bahagia." Duluh saya berpikir itu hanyalah sekedar kalimat melankolis yang dikarang oleh seseorang tanpa makna apa2. "Bahagia", satu kata yang sederhana yang sebelumnya (ternyata) belum bisa saya mengerti. Saya senang jika dosen berhalangan hadir sehingga sehingga saya bisa menghabiskan lebih banyak waktu untuk bercanda dengan teman-teman saya, saya senang jika papa mengirim uang bulanan yang lebih, oh...dan satu lagi, saya senang menghabiskan waktu dengan saudara2 saya di PMKO. 

Bahagia saya hanya sesederhana itu. Lalu kemudian saya masuk ke dunia yang lebih beragam, dimana saya tidak hanya bertemu dengan orang-orang yang memahami saya. Di lingkungan itu saya berusaha menyesuaikan diri, belajar banyak hal2 baru yang sebelumnya saya pikir tidak pernah eksis di dunia ini. Terlalu sibuk dengan euforianya membuat saya lupa akan perasaan saya sendiri. Saya hanya bertahan. Tapi percayalah, saya pernah berusaha untuk mengimbangi dunia itu. Tapi lagi2 apa yang tidak dilakukan dengan hati yang ikhlas hanya akan berakhir sia2 dan tidak pernah menjadi berkat bagi saya, bagi orang2 yang saya sayangi. Kemudian rasa lelah itu datang, dan saya sadar kalau hati saya tidak sedang baik-baik saja. 

Mata saya buta akan keindahan yang selalu Tuhan sediakan setiap harinya. Kicau burung di pagi hari, langit jingga ketika matahari terbenam, bahkan rasa makanan yang (sebenarnya) begitu nikmat. Tidak ada satupun yang bisa saya nikmati lagi. Selama ini semuanya terabaikan, diganti dengan keluhan-keluhan tak terucapkan. 

Lalu pertanyaan itu tiba2 muncul, "apa kau bahagia ?". Orang2 disekitar saya mungkin dapat melihat tolak ukurnya secara fisik. Badan makin kurus, kantung mata semakim menjadi-jadi, senyuman yang "maksa" banget (walaupun tetap cantik setidaknya menurutku ;) Tapi hati, bagaimana orang2 dapat melihatnya. Dari sinar mata ? Trust me, tidak banyak orang yang langsung menatap ke mata saya hanya untuk mengetahui seperti apa perasaan saya. Semuanya tersamar pada senyum yang indah (sorry of being this narcist) 

Beberapa orang berkata bahwa memulai adalah bagian tersulit, lama2 saya akan terbiasa dan menikmati hidup ini. Tapi tidak ! Saya mencoba...dan rasanya..u don't wanna felt it. Saya tau, Ikal sampai ke Eropa bukan tanpa kesulitan. Tapi satu hal yang pasti, dia mengejar apa yang diimpikannya. Dia tidak pernah salah memilih. Dia tidak pernah mencari aman dengan berdiam ditempat yang tidam seharusnya hanya karena dia merasa tidak punya pilihan. Saya pernah membaca sebuah buku yang isinya kurang lebih "jalani kehidupanmu dengan bahagia karena kesempatan yang akan datang menangkapmu", tapi bagaimana mungkin saya bisa menanti kesempatan itu datang ketika bom waktu dalam diri saya rasanya akan segera meledak. Lalu kemudian, seseorang yang sangat saya sayangi berkata, "jika kau tidak bahagia, lalu untuk apa diteruskan". Seakan-akan baginya kebahagiaan saya lebih penting dari pada hal yang lain. Dan saya percaya padanya lebih dari siapa pun dan lebih dari buku yang pernah saya baca. 

Saya percaya, di luar sana masih banyak jiwa yang tidak bebas karena harus menghabiskan tiap detik dari hidupnya dengan cara yang tidak membuat mereka bahagia. Memang muda berkata "syukuri, jalani saja dengan ikhlas." Tapi bicara tidak semuda melakukan. Kedengaran memang begitu pesimis, tapi berjuang untuk hal yang tidak kau cintai sama saja membohongi diri sendiri. Saya selalu bermimpi untuk membahagiakan mereka yang layak saya bahagiakan, tapi bagaimana saya bisa mewujudkannya jika saya sendiri tidak menjalani dunia saya dengan hati yang bahagia melainkan dengan keluhan-keluhan.

Pernah jadi kakak Icha :D

Kamis, 26 Mei 2016

Belum kenal sama pencil alis
Akan ada masa dimana kamu tidak mengerti mengapa suatu hal terjadi dlm hidupmu. Saat itu kamu mungkin berpikir, "apa sih yang saya lakukan disini ?", bukan karena kamu tiba2 lupa ingatan ya melainkan kamu merasa bahwa yang kamu lakukan saat itu terlalu sepele, tidak cukup mengesankan bagi orang yg teramat kamu sayangi, dan segudang pikiran2 "haram" lainnya.

Tapi seiring berjalannya waktu kamu akan melihat ke belakang dan mengerti betapa kerennya kamu karena mampu melalui semua itu dan betapa berharganya moment itu. Saya pernah mengalami serupa. Seperti yg diketahui oleh orang2 terdekat saya, tahun lalu adalah tahun yang agak menyesakkan. Ya...pokoknya lebih menyesakkan dari melihat gebetan kamu jalan sama cewek lain !

Tahun lalu, ketika gelar S1 saya sudah hampir menginjak ulang tahun pertamanya saya mulai paranoid sendiri. "Mau sampai kapan begini ?" pikir saya. Belum lagi jika melihat Kakek2 yang masih giat2nya jualan telur bebek di pasar pagi (mungkin) demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Di masa itulah hati begitu sensitif. Tidak mengherankan jika melihat hal2 serupa, saya langsung merasa bagaikan partikel2 atom, tidak nampak. Saya bukannya tidak melakukan apa2 selama masa itu ya, hanya saja memang belum rezeki...ya saya bisa apa ? Bisanya ya jadi koki untuk menyiapkan makan siang mama di "kantor" menjahitnya ;)

Beberapa bulan saya mulai bosan karena hanya melakukan itu2 saja. Belum lagi resolusi untuk menghasilkan uang sendiri diumur 23 tahun belum ada tanda2 untuk tercapai maka saya pun risau. Lalu datanglah pencerahan disuatu sore yang sendu. Kala itu saya sedang iseng2 dengar radio, dan tiba2 ide untuk menjadi penyiar radio terbersit dipikiran saya. Keesokan harinya

"Rumah" kita

Minggu, 17 April 2016

Wefie wif kakak2 yg sudah tua

wefie with adik2 PMKO


Peralihan dari situasi yg rame menuju ke kamar kost yg sepi sering sulit untuk ditangani. Dari pada cuma tatap2an sama dinding kamar kost, mending tatap2an sama kamu *ehhhh. Mending coret2 dikit tentang kita yg kemarin menghabiskan sabtu malam bersama. Menyenangkan bisa menghabiskan 1 malam bersama mereka yg ku sebut anak2 terang. Tidak terasa sudah 6 tahun aku menjadi bagian dari rumah itu. Rumah yang punya nama PMKO Fisip Uh. Ku sebut saja ia rumah karena ia tempatku bertumbuh menjadi seperti adanya aku saat ini. Ku sebut ia rumah karena banyak tantangan yang ia beri untukku yang walaupun tidak muda tapi ternyata bisa ku lewati dan membentuk karakterku menjadi perempuan yang (agak) tangguh ;)

Aku dibesarkan dalam rumah itu bersama saudara2 yang lain. Sayangnya banyak dari mereka yang harus pergi meninggalkan rumah itu untuk mengejar mimpi2 mereka yang lain. Beruntung bagi kami yang masih bisa tetap mengejar mimpi dan bisa tetap bernaung di rumah itu. Sekarang rumah itu kedatangan adik2 yang baru. Adik2 yang kelak menjadi penerus PMKO Fisip UH. Adik2 yang kelak akan menjaga rumah itu ketika kami yang sudah lebih duluh bernaung didalamnya harus meninggalkan rumah itu juga.

Buat kalian yang baru : Terima kasih karena sudah datang dan tinggal di rumah kita. Mungkin beberapa dari kalian masih sedikit asing dengan keadaan rumah ini, tapi seiring berjalannya waktu kalian akan mendapat sahabat dan saudara di dalamnya.

Mungkin kelak, beberapa dari kalian akan kehabisan kata2 untuk memanggil teman2 kalian yang lain, yg mulai lelah dan tertarik dengan "rumah" lain di luar sana. Mungkin beberapa dari kalian akan pusing dengan beban yang nantinya diletakkan di pundak kalian. Mungkin juga beberapa dari kalian akan merasakan titik jenuh ketika harus mengerjakan hal2 yang sama setiap minggunya (menjadi PF dan liturgis misalnya). Mungkin kalian juga akan mengalami rasa deg2an plus mules ketika melihat kakak2 kalian yang dalam kesehariannya begitu ramah dan penyayang tiba2 menjadi lebih menakutkan dari pada kecoak terbang saat LPJ. Dan mungkin juga beberapa dari kalian akan dekat dengan jodoh orang lain di sana :D

Kita tidak bisa benar2 memastikan, apa yang akan kalian alami ke depan saat bernaung di rumah itu. Tapi adik2ku, percayalah bahwa apapun yang kalian lalui nantinya susah atau senang...akan menjadi alat Tuhan untuk membuat kalian menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dalam iman. Dan ingat selalu, bahwa kalian tidak sendiri. Di dalam rumah itu, ada banyak karakter yang akan menopang satu sama lain. Selamat datang di rumah, selamat berproses !

(Di)mengerti

Jumat, 19 Februari 2016

"Dimengerti", sepertinya ini kata yang orang-orang dambakan dari siapapun yang dekat dengan mereka.

"Dimengerti", selalu identik dengan wanita. Tidak heran AdaBand sukses dengan lagu mereka yg berjudul "karena wanita ingin dimengerti". Padahal bukan cuma wanita yg butuh dimengerti, yg laki-laki pun butuh dimengerti.

"Dimengerti", selalu menjadi momok yang mengakibatkan rusaknya sebuah hubungan akibat orang2 yang berlakon dalam hubungan itu tidak memperolehnya.

"Dimengerti", menurutku ini kata yang paling egois. Kenapa orang2 butuh dimengerti. Kenapa tidak hapus saja 2 huruf di depanx sehingga yang tersisa hanya "mengerti". Mungkin saja dengan "mengerti" tiap hubungan bisa terjalin lebih baik.

Cermin dimana-mana

Minggu, 01 November 2015


"Seorang kesatria memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengajari dirinya sendiri"
(Manual Warrior Of The Light, page 21)

Sumber : Google
Salah satu kelakuan (hampir) semua perempuan adalah menyukai cermin. Mau bukti ?? Okaylah, misalnya nih...lagi jalan2 pake kaki trus di pinggir jln itu ada mobil yg diparkir, niscayah kalian akan curi2 pandang dengan kaca mobilnya, dan ternyata di dlm ada orang yg sedang balik menatap kalian, kemudian baper dan kalian jatuh hati, menikah, dan hidup bahagia selamanya. The End. Atau lagi jalan (masih pake kaki) trus diperjalanan ketemu kaca jendela rumahnya orang, kepala kalian pasti langsung menoleh pada kaca itu. Senyum2 sendiri, perbaiki poni, sampai tambal bedak plus lipstik. #Ndasampaisegitunyajikapeng di'.

Ya...pada intinya yg perempuan pasti banyakan suka sama yg namanya cermin. Sekarang waktunya serius nah ! Sadar atau tidak, ada banyak cermin yg Tuhan letakkan di hidup kita. Kalau di awal postingan (yg bijaksana ini) kita membahas tentang cermin untuk melihat fisik kita, nah ada cermin yg lebih penting dari itu. Cermin ini lebih pada bagaimana kita memperbaiki isi hati kita. Asikeee. Hati mi sede' -_-" Tapi memperbaiki yg saya maksud bukan tentang memperbaiki hati yg kosong menjadi berisi. Krna kalau itu, saya jg belum tau caranya. Ajar dule !

 Gaes, pasti sudah banyak jenis2 manusia yang kalian jumpai dalam hidup ini. Di sekolah, kampus, rumah, kost, rusun, ..... (isi sesuai jenis tempat tinggal anda) kita tentu bertemu dengan berbagai jenis karakter. Dari tipe Naruto, Sasuke, Sakura, Hinata, Trus karakter sejenis Saiful jamil, Nazar, Dewi Persik, Jupe, Mulan Jamila sampai ke Dora, Boots, Swiper, dan peta. And many more. 

Sayangnya, kecenderungan kita sebagai seorang manusia adalah melihat sisi buruk orang lain dan menjadikan mereka sebagai bahan gosip dgn teman2, bisa juga menjauhi mereka karena sikap buruk yg seseorang miliki,, kita tidak mau dekat2 dengan mereka karena nanti kita malah di cap sebagai org yg sama dengannya. Singkatnya kita tdk ingin terlihat buruk, kita selalu berusaha agar orang memandang kita sebagai org yg baik, bahkan kita juga berusaha meyakinkan diri kita bahwa kita adalah yg terbait. Dramaturgi sekaliyaaa. 

Di satu sisi ini merupakan sesuatu yg positif karena kita melihat keberadaan kita sebagai sosok yg (terlalu) baik. Namun hal ini juga bisa menjadi bumerang bagi kita. Lah, kok bisa ? Misalnya saja ketika kita berusaha menganggap diri kita lebih baik dgn cara menceritakan keburukan orang lain. Sering terjadi kan ?? Itulah salah satu alasan mengapa banyak org yg gemar bergosip, karena mereka ingin merasa lebih baik dari orang lain. Tapi menurut buku yg saya baca...harusnya karakter2 orang yg dtg dlm hidup kita dapat menjadi cermin. Cermin yg membantu kita melihat dan mengerti mana yg baik dan yg buruk, yg patut dan tdk patut dilakukan. Bukannya dijadikan sebagai bahan gosip. 

Kita bukan pribadi yg sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan (itu bunda dorce yg bilang). Kita tentu punya banyak kekurangan juga. Nah, dgn melihat karakter yg org lain miliki entah itu buruk atau baik, kita jadi tau bagaimana utk memperbaiki kesalahan2 kita melalui mereka. Jika seseorang pernah menyakiti kita, kita jadi tau seperti apa rasanya sakit dan harusnya itu membuat kita tdk melakukan hal yg sama, menyakiti org lain. Susah memang, tdk ada kok yg bilang kalau mengikut Tuhan itu gampang :) 

Jika kita menjumpai org yg begitu giat dlm hidupnya hingga ia sampai pada kesuksesan maka hal itu bisa menjadi motivasi bagi kita utk menjadi sukses seperti dia. Jadi intinya, gunakan setiap kesempatan yg ada untuk memperbaiki diri kita. Syukuri setiap karakter2 yg dtg dlm hidup kalian, karena itu adalah cermin yg Tuhan kirim utk kita, sarana dimana kita bisa melihat siapa diri kita yg sebenarnya serta tempat kita belajar menjadi pribadi yg lebih baik lagi. God bless ^^

God seekers

Rabu, 02 September 2015

A couple months lately, i has been spending my time by reading books, of course not a study books. I really interested by fiction related to church history. That's kind of hard novel indeed, but that's really fun at the same time because i can increase my knowledge about church histories, art, and also new words in my memory.

One of my favourite writer is Dan Brown. His novels succedeed give me nano2 sensation ;) One of those is Davinci code which be in cantradiction with Christian, just for sensation or whatever that only God knows. Although his novels are fiction but seem's like readers are remembered by notes in the begining of his every novel. It said that every description, art, document, architecture, and secret ritual are accurate. Certainly, readers might be confused by that words.

The other novel i've read was The Lost Symbol. This novel tells how miracle can be explained by science. For example, how Jesus heals the blind, is it for real that God listened to our pray. It's really interesting because many people have asked the same question. Sometimes, i wondered how people out there still doubt about God's preference. Morever, they made defenitions for every details had been happened in live by mathematic.

The third book i have read was Angels and Demonds which is the first novel of Dan Brown. Although it contained more than 800 pages, for me this novel was interesting. It contained the answer for question that people could asked. By the statement of it character, Dan Brown explained how existance of God and Science are two different things that can be united. Exactly, through the science we can find the miracle of Creator, right ? The scientist should be knows  about God more than anyone because they have been living with God's miracle that hiding in their research. Sadly, only 40% scientist in US that believe about existence of God, the others prefer to being atheis (Newsweek)

I do believe God loves us, but because His love he also gives us freedom to choose our way of life. Religion maybe not perfect, because it full of unperfect people, but our Creator is more than anything we can imagine.

Happy reading :)

My time Machine

Selasa, 12 Mei 2015


My Time Machine ^^

There are several moment that really want to forgot by us, but there’s moment that we want to always remember. Since we were born, we had many stories, we meet people, several really affected our life, and the other one just came and suddenly gone. Weirdly, sometimes the things that really want to forgot, that’s the one which is printed in our deepest heart, whereas, the memory that we really want to remember in whole life, very easy to forgot.

For me, several moment is saved in the diary books. It might be the old stuff for people but to me, diary is the faithful friend. Since i was 11 years old until now, I have been writing on it. I really loves to write every moment that I have been through not only the good stories but also the sad and drama ^^ When people tried to forget the hardest memory in their life, I preferred to write every detail of mine. According to me, the stories can teach me for being the better person.

The happiest part of being diary’s writer is somehow it feel’s like I entered to the time machine and back to the past. Felt where I had been, what I had been done, with whom, and how was it felt like. I felt so happy, so sad, so shy, so weird, even so stupid when I read my hand write on that sheet of diary. But that’s a precious moment for me.

Hari terakhir di sini

Sabtu, 17 Januari 2015

Ini hari terakhir saya di rumah ini. Sama seperti kepergian-kepergian sebelumnya, ini tidak kalah menyedihkan. Rasa nyaman dalam di rumah ini sungguh membuat saya begitu sulit mendamaikan hati saya untuk pergi. Klasik memang.
Semahal inikah harga yang harus saya bayar untuk bisa mengecap manisnya kesuksesan di luar sana ?? Jauh dari rumah ini. Jauh dari rasa nyaman ini.
Tapi saya sudah tertinggal terlalu jauh. Teman-teman yang lain sudah mulai mendaki lagi. Mungkin saya sudah terlalu lama diperhentian ini. Dan sudah waktunya merebut kesempatan-kesempatan yang ada.
Saya tidak tau, kemana Tuhan akan membawah saya. Tidak ada petunjuk sama sekali untuk hal itu. Tapi bukankah Tuhan sendiri mengatakan “ masa depanmu sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang”. Ya, masa depanku di tanganNya.
Masa depan yang Ia janjikan bukan tanpa pengorbanan, bukan tanpa air mata, bukan tanpa rasa sakit. Mungkin banyak hal-hal di depan yang akan membuat saya putus asa. Namun ketika masa itu datang, semoga saya ingat kalimat-kalimat ini :
 “Jangan putus asah wi’, semua orang pernah mengalami fase ini dalam hidup mereka. Kupu-kupu yang indah saja harus lahir sebagai ulat lebih dulu. Kau memimpikan tempat yang indah, dan banyak harga yang harus dibayar untuk mencapainya. Jangan berhenti berusaha. Menangislah jika harus menangis, namun jangan pernah lupa cara untuk tertawa. Setelah itu berusahalah kemabli. Jika ada yang membuatmu merasa begitu takut, berlututlah di hadapanNya dan katakan semua yang ada di hatiMu, karena hanya Ia yang mampu memberi ketenangan. Go grab your success and make them all proud of you”.

Halo

Rabu, 07 Januari 2015

Ini postingan pertama saya di blog ini. Yeah, i know that u know it !
Sebenarnya saya punya blok sebelum yang ini, tapi karena lama tidak menulis jadi lupa sama passwordnya. Itulah susahnya jadi orang yang sangat pelupa seperti saya. Berbicara tentang kata "lupa". Yeah, that word is really really something.
Ini nih yg membuat saya hobby banget nulis diary, karena saya tidak mau penyakit lupa saya menghilangkan setiap moment yang saya alami selama hidup. Saya percaya, kehidupan yang setiap orang jalani membentuk sebuah warna yang sangat indah. Walaupun dalam hidup ini, kita tidak hanya merasakan kebahagiaan, namun sometimes rasa sedih juga ada. Tapi itu kan yang membuat hidup menjadi tdk flat.
Nah, setelah intro yang demikian panjang, sebenarnya saya hanya ingin mengatakan bahwa saya membuat blog ini sebagai salah satu cara saya untuk menyimpan setiap drama kehidupan *tsaaaah* yang saya jalani.
Karena hidup adalah tentang berbagi, berbagi cerita.


                                                           PERKENALKENNNN !!!!

                                                            Pratiwi Anggreini Sulo

(Masih) Mozaik-mozaik Hidupku Part 2

Minggu, 11 November 2012

Tujuan pertama sore pertama di Jogja adalah Paris alias ParangTritis (entah bagaimana penulisan yang benar). Mobil segera melaju ke tempat itu, namun dalam perjalanan, perut kami mulai kelaparan. Jadi kami singgah di suatu rumah makan yang menyediakan hidangan ayam kremes. Kesan saya terhadap pemilik rumah makan itu adalah pelit (tambah saus aja, mesti bayar ekstra).
Perut terisi perjalanan pun berlanjut. Sepanjang jalan, saya mengagumi keindahan kota itu. Yaa, karena semuanya tidak jauh beda dengan di kampungku. Masih ada sawah yang hijau, udaranya juga sejuk dan dingin. Dan setelah menempuh perjalan yang cukup jauh, kamipun tiba di pantai itu.
Tanpa basa-basi saya dan sahabat – sahabat saya berlari ke pantai itu. Saat itu, perasaan saya benar – benar bahagia. Ya, sepertinya tidak ada beban sedikitpun yang saya pikirkan. Disana begitu ramai, dan yang aneh adalah banyak delman yang berkeliaran di pantai itu. Senang sekali karena saya bisa melihat kendaraan tradisional itu untuk pertama kalinya :D.  Kami segera melancarkan aksi gila foto. Dengan tujuan untu ganti PP dan sebagai bukti bahwa kami pernah ke tempat ini, maka kamipun mengabadikan salah satu moment paling special ini.

Puisi Satu Hari

Minggu, 17 Juni 2012

Kau adalah keindahan pagi
Ketika embun bergelayut di dedaunan
Ketika matahari tampak malu untuk bersinar
Ketika udara begitu sejuk membelai tubuh
            Kau adalah keangkuhan siang
            Ketika embun hilang di dedaunan
            Ketika matahari ganas menembus kulit
            Ketika udara dan polusi melebur jadi satu
Kau adalah dinginnya malam
Ketika embun berdamai dengan dedaunan
Ketika matahari lelah berganti bulan
Ketika udara bercerai dengan polusi

Fotografi, Bikin Galau Tapi Berdampak Positif

Senin, 28 Mei 2012

Semasa SMA duluh, saya kerap kali berpikir ingin cepat – cepat kuliah. Pikiran itu tiba – tiba datang ketika saya mengalami syndrome bete’ tingkat internasional dengan yang namanya seragam sekolah. Saya pikir jadi anak kuliahan akan asyik – asyik saja, dengan pakaian bebas, masuk kuliah sesuka hati, dan segudang kebebasan lainnya. Tapi sekarang, giliran sudah jadi anak kuliahan, frustasinya malah makin para. Apalagi kalau tugas dari dosen – dosen sudah menumpuk !!!

Pilih mana, dikejar setan atau dikejar deadline ??

Selasa, 22 Mei 2012

Hm..kalau disuruh memilih, apa yang akan kalian pilih antara di kejar setan atau mendingan di kejar deadline. Bagi saya dua hal ini merupakan hal yang menyeramkan. Tapi tetap saja jika disuruh memilih, mungkin saya akan lebih memilih di kejar setan dari pada deadline. Mengapa demikian ?
                Selama tiga hari, saya mengikuti pelatihan Timelines yang merupakan salah satu pelatihan yang ada di KOSMIK ( Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi). Pelatihan ini dihelat pada tanggal 18 hingga 20 Mei. Pelatihan yang bertema “Bring the words out” ini sebenarnya merupakan pelatihan yang lebih terfokus dalam hal jurnalistik  misalnya seperti menulis berita, melakukan wawancara, hingga membuat berita itu dalam bentuk buletin.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS