Pages

Tampilkan postingan dengan label About You. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label About You. Tampilkan semua postingan

Rindu untuk sahabat

Sabtu, 28 Januari 2017

Hai, bagaimana kabarmu disana ? Ku harap kau bahagia. 

Sebulan, 2 bulan, berbulan-bulan...entah berapa lama kita tidak bersuah. Ada begitu banyak kesempatan untuk kita bisa berjumpah, tapi semuanya berlalu begitu saja.
 
Aku rindu sahabatku, tempatku berkeluh bahkan keluhan yang tidak pernah ku sampaikan pada telinga-telinga yang lain.
Aku rindu sahabatku, yang selalu mengulurkan tangannya ketika tidak ada tangan-tangan lain yang bisa kuharapkan.
Aku rindu sahabatku, yang menemani kakiku melangkah ke rumah Tuhan dengan hati yang damai dan penuh kerinduan.

Bukan bagianku menghakimi pilihan-pilihan dalam hidupmu. Itu satu pelajaran yang baru kupahami akhir-akhir ini. Dan aku tidak akan minta maaf untuk itu. Anggap saja itu bagian dari luka hati seorang sahabat yang merasa kehilangan karena  menyayangimu. 

Kau tau ? Aku benci kata "mau diapa lagi" sebesar benciku pada kata "pasrah". Karena dengan begitu aku tidak punya daya untuk melakukan sesuatu, aku tidak punya daya untuk berjuang selain hanya menerima saja. Tapi terima kasih, kini aku sadar...ada hal2 yang berada diluar jangkauanku. Hal-hal yang tidak akan pernah bisa ku ubah. Salah satunya adalah ketika sahabatku memilih jalan yang akan ia lalui. Kini aku hanya bisa diam menatap langkahmu meninggalkan "kita" 

Sahabat, aku tau perjalananmu tidak mudah...tapi aku tau kau tegar, setegar ketika kau mengambil langkah untuk pergi. Jauh sangat jauh.
Dan jangan pernah merasa sendiri, karena kau tidak sendiri. Ada orang-orang yang telah kau pilih untuk berada di sisimu bukan ? 

Untuk sesekali, aku pun akan bertutur pada Sahabat sejatiku tentangmu. Kau ingat kan ? Pribadi yang membuat langkahku dan langkahmu begitu seirama menuju rumahNya. Ya, aku akan memohon padaNya agar ia menjagamu. Dia mengasihi aku tanpa syarat, dan akupun dituntutNya untuk berlaku demikian pada yang lain, padamu juga. Aku percaya, Dia pasti akan menjagamu. Karena aku menyayangimu. Karena kau sahabatku. 

Jalanmu, jalanku, masih panjang. Tetaplah kuat, jangan merasa sendiri lagi.

Source : Google.com

Dear our beautiful bride

Rabu, 18 Januari 2017

Now playing : Over and over again - Nathan Skyes

Dear our beautiful bride,

Menikah, 1 kata yang belum belum benar2 penting untuk dibicarakan pada masa putih abu2 kita. Mungkin karena kita berpikir hal itu masih akan sangat lama terjadi. Kami pernah mendengarmu berucap betapa kau berharap bisa menikah di usia 25 tahun. Entah itu hanya ucapan sesaat...namun sepertinya Tuhan di atas sana benar2 mendengar dan menunggu waktu yg tepat untuk mewujudkan salah satu mimpimu itu.

14 Januari, kami percaya itu hari yang Tuhan pilih bagimu. 14 Januari, kau (maapp) siswi sma yg dulunya kelaki2an (suka karate, basket, naik motor kmna2 sampai beberapa kali jatuh dri motor bahkan sampai amnesia) menjadi seorang perempuan yg begitu cantik bukan hanya dengan pakaian indah yg kau kenakan melainkan senyuman bahagia saat berjalan menuju altar bersama laki2 yg sangat kau cintai.
Selamat menempuh hidup baru sayang. Dan terima kasih, untuk pelajaran sangat penting yang kau tanamkan di benak kami sahabat2mu. Pelajaran bahwa menikah bukan hanya berkisah tentang seberapa mapan kita untuk menghadirkan pesta yg maha mewah namun juga tentang seberapa kuat seseorang berjuangan dan bersabar dalam mempersiapkan hari pernikahan itu. Pelajaran bahwa menunggu seseorang yg sempurna hanyalah pekerjaan yg membuang waktu, mencintai seseorang yg tidak sempurna dgn cara yg sempurna itu yg kami lihat darimu. Dan ya, itu memang tindakan paling bijaksana dari mu yg punya kuasa besar untuk membuka pintu hati Tuhan sehingga menjadikan dia milikmu hingga maut memisakan.

Sekali lagi, selamat angelinaaaaa...akhirnya kau bertemu dengan laki2 terbaikmu. Kami berdoa semoga pernikahannya Angel senantiasa diberkati Tuhan dan dipenuhi dengan kebahagiaan. Amin.

We love you Angelina
Grebek pengantin di kamar hotel

Kemahatololan

Minggu, 06 November 2016

Laki-laki brengsek dam perempuan bodoh entah mengapa terlalu sering dipertemukan. Terbungkus dalam kemasan terbaik namun isinya kurang berkualitas. Saling menyakiti tapi selalu kompromi karena alasan klasik, cinta. Bukankah seorang laki-laki harusnya menjadi pelindung bagi perempuan yang dicintainya ? Tapi teriakanmu dan pukulanmu berkhianat setengah mati pada cintamu.

Dan maaf-maaf saja jika kau kusebut perempuan bodoh. Apakah memberi kesempatan pada laki-laki untuk memarahi dan memukulimu bukan salah satu gambaran perempuan bodoh ? Ayahmu dengan penuh kasih sayang membesarkanmu dan dengan mudahnya kau "mengizinkan" laki-laki yang baru kau kenal beberapa bulan yang lalu untuk menyakitimu. Otakmu dimana ?? Lagi-lagi cinta.

Cinta memang menyilaukan, tapi jangan kau diperbudak oleh rasa cinta dan kebodohanmu yang maha besar itu ? Oh ya..dan setidaknya jika kalian ingin merayakan kebodohan kalian bersama-sama jangan pernah membuat diri kalian sebagai tontonan ya.

Dear Angel

Minggu, 25 September 2016

"I know you are the happiest girl on that day..being with someone you really love"

I wish i was there
Dear Angel,

Semua perempuan tentu memimpikan suatu hari bisa bertemu dengan laki-laki yang tepat, yang kalau kata aku sih "bisa bikin perut serasa penuh dengan kupu2 terbang". Bukannya dengan laki-laki yang salah.

Beberapa bulan belakangan ini, kita sering sekali membicarakan hal ini dan kita selalu sampai dengan pertanyaan lain "bagaimana kita tau dia laki-laki yang tepat untuk kita ?" Kadang itu membuatmu takut, aku tau. Mendengar curhatanmu saja sudah membuatku berpikir betapa tidak mudahnya membangun hubungan yang serius dengan laki-laki yang rada2 cuek padahal perempuan kan butuh dimengerti yakk. Dan dari sinilah akar kata "tidak pekah" berasal. Tapi jika kupikir2 lagi, bisa jadi justru inilah yang paling membuatmu jatuh sejatuh2 jatuhnya pada laki2 cuek itu. Karena sekali iya memberimu perhatian, you have it all !

Oh yaaa...tentang laki-laki yang tepat, izinkan aku meminjam sebuah kalimat dari buku Christian Simamora "Marry now sorry letter". Ya, "diskusi" panjang kita tentang seperti apa laki-laki yang tepat itu mungkin hanya perlu dijawab dengan 4 kata itu. Seorang teman juga pernah berkata padaku, "Jika hatimu sangat ingin kau melakukan sesuatu, lakukanlah ! Kau mungkin akan menyesal atau juga tidak menyesal. Kalaupun harus menyesal, jalanilah penyesalan itu dan buat dirimu menjadi lebih bijak". Ahh, harusnya kalimat2 ini kutemukan disaat dirimu lagi nelangsa2nya yaa, mungkin bisa jadi pereda nyeri sesaat di kala itu. Karena saya percaya, ibu apoteker cantik seperti dirimu juga tidak akan muda mengatasi nyeri gara2 perkara hati.

Bdw, selamat Angel. Dari selusin lebih orang yang ku sebut sahabat...saat ini cerita cintamu berada pada level tertinggi "bertunangan". Rasanya baru kemarin, kita melepas masa putih abu2 itu. Konser2 nda jelas di depan kelas, bikin video2 aneh, remedial berjamaah, sampai diusir dari lab komputer gara2 banyak tingkah. And now, you are getting angaged.

Sekarang aku percaya kalau Angel benar2 sudah dewasa, bukan lagi anak kecil yang memanggil papa mamanya sesingkat sebutan Hedwig dan Aziz. Melainkan wanita yang dewasa dalam berpikir dan sanggup mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya. Selamat angel, semoga dilancarkan sampai nikahan, semoga berbahagia, dan selalu jadi perempuan yang kuat untuk jalan-jalan yang ada di depan sana.

By the way...sorry, kemarin tidak sempat datang di hari bahagianya angel. And honestly, i love the way he treat you..karena berasa lagi nonton pilem korea banget. Dan diluar sana pasti banyak fansx K-pop yang irih sama cerita cintamu seandainya mereka tau :D

Ps. Kain seragam plisss..hahaaa

Tentang mama..

Minggu, 26 Juni 2016

Di 15 Juni ini, biarkan saya bercerita tentang sosok yang tanpanya saya tidak akan ada di dunia. Mama.. Sangat sulit untuk mengekspresikan rasa sayang dalam keluargaku, duluh. Tapi sejak saya hidup jauh dari rumah, saya jadi sadar betapa kebersamaan dengannya adalah harta terindah yang saya miliki. Jadi sebisa mungkin, saat ulang tahun seperti hari ini...saya selalu mengucapkan selamat ulang tahun padanya.

Mama... Adalah perempuan paling kuat, paling sabar dan paling mandiri yang pernah saya temui di dunia ini. Tidak diragukan lagi. Jauh dari suami dan anak perempuannya. Harus menjadi mama sekaligus papa untuk adik saya Erland yang sering kali bandel. Dan saya tau betul, itu bukan perkara gampang.

Mama... Dalam sehari, ia bisa menghabiskan 16 jam waktunya untuk berkutat bersama mesin jahitnya. Kalau berbicara tentang kemahiran, kemampuannya tentu tidak diragukan lagi dalam dunia jahit-menjahit. Dan sungguh, saya bangga dengan talenta yang mama miliki.

Sepenggal kisah dari MIWF 2016

Minggu, 22 Mei 2016

Panggung MIWF 2016
Makassar International Writer Festival resmi ditutup kemarin, tapi jangan bersedih karena ini hanyalah jedah untuk MIWF berikutnya. Dan walaupun sudah berakhir, euforia dari event ini belum hilang dari benak saya. Sungguh mubazir jika cerita yang tercipta kemarin harus tenggelam oleh rutinitas2 saya kedepan. Jadi izinkanlah saya bertutur sedikit tentang kisah indah di Sabtu kemarin.

Hm...mungkin kalian berpikir, mengapa Sabtu ?? Kan MIWF dimulainya tgl 18-21 Mei. Yah...apa mau dikata, pekerjaan membuat saya hanya sempat mengikuti Miwf di hari terakhir. Jujur saja, awalnya saya tidak pernah mendengar tentang event ini sampai sebulan sebelumnya seorang sahabat meminta saya untuk menemaninya ke event ini. Tapi bukan latah ya...saya juga suka menulis dan baca buku kok, suka banget malah :) That's why, saya mengiyakan permintaan teman saya. Sadly, saya cuma bisa ikut di hari terakhir saja. Tapi sungguh, itupun sudah jadi pengalaman luar biasa bagi saya.

Ready to meet Ika Natasha

Nah..sabtu kemarin itu, salah satu agendanya adalah launcing buku terbarunya mbak Ika Natasha. Dan karena sahabat saya itu telah ditakdirkan untuk nge-fans setengah hidup pada si Mbak Ika Natasha, maka saya dan Ria dengan senang hati menemani Yayu. Saya punya 3 alasan untuk ikut, pertama, lumayanlah...malam minggu tidak kosong2 amat. Kedua, saya agak penasaran juga dengan sosok yang menciptakan karakter Alexandra dan dokter Beno dalam novel2nya. Ketiga, saya tidak bisa membayangkan jika hasrat sahabat saya untuk hadir dalam Launching Buku The Architecture of Love tidak kesampaian. Takut dianya galau menahun.

 Maka berangkatlah kami bertiga ke sebuah hotel tempat Launching buku dilangsungkan. Kami tiba pada jam 8 pagi itu, dan yup...antrian sudah mulai mengular. Acaranya dimulai pada jam 10. Kebanyang dong ya antriannya sepanjang apa. Satu persatu kami mulai memasuki ruangan, dan mengambil posisi duduk di barisan ketiga. Diawali dengan diskusi bersama Ika Natasha dan Teguh Wicaksono (utk lebih jelasnya siapa doski, silakeun di googling aja) dan dipandu oleh sang founder MIWF yakni Lili Yulianti Farid. Acaranya seru banget, even awalnya saya tidak begitu ngeh dengan tokoh River yang mereka bicarakan. Seiring berjalanya diskusi, saya baru tau kalau itu sosok lelaki dari buah pikiran Ika Natasha yang tertuang dalam kicauan2 twitternya. Dan hebatnya, si mbak juga melibatkan pembaca untuk ikut menentukan alur ceritanya.

Lounching TAOL jreng jreng jreng !!
Diskusi selesai, berlanjut dengan launching buku TAOL secara simbolis. And then, yang paling ditunggu2 oleh para penggemar Ika Natasha...yup apalagi klu bukan sesi tanda tangan dan foto bareng. Agenda kedua di hari terakhir MIWF adalah diskusi bersama Miles dkk dengan tema "Don't Judge The Book by It's Movie". Tapi karena beberapa hal...kami melewatkannya.

With "orang" twitter Indonesia :D
Yang ketiga, adalah MIWF 2016 closing night. Acaranya asli seru pake banget ! Diawali dengan aksi teaterikal diiringi musik yang....ngeri2 sedap. Berlanjut dengan berbagai kalimat2 syahdu yang keluar dari hati tulus, pikiran, dan mulut para pelaku sastra yang menembus hingga ke sukma ! Kemudian ada juga aksi perlawanan terhadap pemberangusan buku secara simbolis dengan mengacungkan buku, bukan kepalan tinju ! Malam itu saya disadarkan betapa menulis itu mulia, jujur, dan harus tulus. Sangat disayangkan, ketika kerap kali kebebasan untuk mengungkapkan kebenaran masih dihalangi oleh segelintir pihak yang merasa dirugikan. Namun, tidak mungkin untuk hidup dalam narasi tunggal yg diciptakan oleh pihak2 tertentu, dan pura-pura lupa pada kebenaran. Hanya ada satu kata, "lawan !!!"

Photo by Revius
Oh ya...dan jangan pernah lupa pada sosok laki2 dari tana Papua yang hatinya serupa malaikat. Walaupun hidup dalam kekurangan tapi beliau tidak tutup mata pada masa depan anak2 di desanya. Beliau berusaha meningkatkan minat baca anak2 disana dengan menyediakan buku2 yang sekiranya dapat membuka wawasan mereka.

Malam itu sungguh indah. Puisi, pelajaran hidup, sahabat, langit, bulan, bintang2, dan tidak lupa lantunan suara indah dari Leona Rachel. Komposisi yang tepat untuk malam minggu perempuan singel ;) Seolah Tuhan begitu dekat, damai.

"Rumah" kita

Minggu, 17 April 2016

Wefie wif kakak2 yg sudah tua

wefie with adik2 PMKO


Peralihan dari situasi yg rame menuju ke kamar kost yg sepi sering sulit untuk ditangani. Dari pada cuma tatap2an sama dinding kamar kost, mending tatap2an sama kamu *ehhhh. Mending coret2 dikit tentang kita yg kemarin menghabiskan sabtu malam bersama. Menyenangkan bisa menghabiskan 1 malam bersama mereka yg ku sebut anak2 terang. Tidak terasa sudah 6 tahun aku menjadi bagian dari rumah itu. Rumah yang punya nama PMKO Fisip Uh. Ku sebut saja ia rumah karena ia tempatku bertumbuh menjadi seperti adanya aku saat ini. Ku sebut ia rumah karena banyak tantangan yang ia beri untukku yang walaupun tidak muda tapi ternyata bisa ku lewati dan membentuk karakterku menjadi perempuan yang (agak) tangguh ;)

Aku dibesarkan dalam rumah itu bersama saudara2 yang lain. Sayangnya banyak dari mereka yang harus pergi meninggalkan rumah itu untuk mengejar mimpi2 mereka yang lain. Beruntung bagi kami yang masih bisa tetap mengejar mimpi dan bisa tetap bernaung di rumah itu. Sekarang rumah itu kedatangan adik2 yang baru. Adik2 yang kelak menjadi penerus PMKO Fisip UH. Adik2 yang kelak akan menjaga rumah itu ketika kami yang sudah lebih duluh bernaung didalamnya harus meninggalkan rumah itu juga.

Buat kalian yang baru : Terima kasih karena sudah datang dan tinggal di rumah kita. Mungkin beberapa dari kalian masih sedikit asing dengan keadaan rumah ini, tapi seiring berjalannya waktu kalian akan mendapat sahabat dan saudara di dalamnya.

Mungkin kelak, beberapa dari kalian akan kehabisan kata2 untuk memanggil teman2 kalian yang lain, yg mulai lelah dan tertarik dengan "rumah" lain di luar sana. Mungkin beberapa dari kalian akan pusing dengan beban yang nantinya diletakkan di pundak kalian. Mungkin juga beberapa dari kalian akan merasakan titik jenuh ketika harus mengerjakan hal2 yang sama setiap minggunya (menjadi PF dan liturgis misalnya). Mungkin kalian juga akan mengalami rasa deg2an plus mules ketika melihat kakak2 kalian yang dalam kesehariannya begitu ramah dan penyayang tiba2 menjadi lebih menakutkan dari pada kecoak terbang saat LPJ. Dan mungkin juga beberapa dari kalian akan dekat dengan jodoh orang lain di sana :D

Kita tidak bisa benar2 memastikan, apa yang akan kalian alami ke depan saat bernaung di rumah itu. Tapi adik2ku, percayalah bahwa apapun yang kalian lalui nantinya susah atau senang...akan menjadi alat Tuhan untuk membuat kalian menjadi pribadi yang lebih kuat dan dewasa dalam iman. Dan ingat selalu, bahwa kalian tidak sendiri. Di dalam rumah itu, ada banyak karakter yang akan menopang satu sama lain. Selamat datang di rumah, selamat berproses !

Untuk Tiwi di masa depan

Rabu, 23 Maret 2016

Sepertinya sudah begitu lama tidak berbagi kisah dalam blog ini. Janji pada diri sendiri tentang 2 postingan sebulan harus direalisasikan bukan ? Hm...kali ini saya hanya akan bercerita untuk seorang Tiwi 4 tahun kedepan (jika panjang umur).

Haloo tiwi di masa depan, ini dirimu di Maret 2016. Per maret 2016, kau memulai rutinitas yang baru yaitu bekerja tepatnya tanggal 7 Maret. Seminggu pertama kau begitu semangat. Bangun jam 5 pagi, bukan masalah bagimu...yang penting kau sudah bekerja. At least, jika ada yang tanya tentang kesibukanmu saat itu (entah karena peduli, menyudutkan, atau sekedar basa basi)...dengan lantang kau bisa jawab "saya bekerja di Bank xxx sebagai seorang teller". Oh yaa...dan jangan lupa, setiap kau menjawab dengan jawaban seperti itu..tidak jarang yang mengingatkanmu bahwa pekerjaan itu beresiko tinggi. Kadang2 respon seperti itu juga membuatmu kuatir.

Minggu kedua, semangatmu kemudian sirna. Mendapati fakta bahwa terlalu banyak yang harus kau pelajari, hafalkan, pahami, kau jadi takut. Dan demi apapun, ini berhubungan dengan hitung menghitung which is bukan tiwi banget. Ya...ingat bahwa di minggu ke-2 kau pernah merasa begitu lelah. Bangun jam 5 subuh, mandi, makeup, cepol rambut, berangkat tanpa sarapan, naik angkot, dan berjalan sampai ke kantor, menjadi terasa begitu menyesakkan. Belum lagi, pulang dari kantor...kau harus puas dengan diri sendiri, nobody to talk with. Hanya kau dan dirimu. Sepi. Sendiri.
Minggu pertama, pulang kantor


Ini hari ketiga di minggu ke-3mu bekerja disana. Tepatnya tanggal 23 Maret, dan itu artinya hari gajian. Semua orang dikantor bersukacita karena hari gajian, dan kau juga harus puas dengan kenyataan bahwa gajimu belum bisa terkirim ke rekening karena salah input nomor rekening. What a life ! Dan tiba2 kau merasa spesial karena hal itu hanya terjadi padamu. Satu2x obat hati paling manjur saat kau sedang letih dengan rutinitas yang baru itu adalah masa2 menganggur lebih menyesakkan dari pada ini, mama papa senang karena Tiwi bisa dapat kerja yang sebenar-benarnya kerja, dan adik2mu yang mulai minta ini itu karena tau kakaknya sudah kerja.

Untuk Tiwi di tahun 2020. Sudah sampai dimana kau sekarang ?? Masih kerja di Bank (semoga tidak). Sudah punya (calon) suami yang beriman, tampan, dan mapan belum (semoga iya). Sudah pernah ajak mama ke bali belum ? (u have to ! udah janji sama mama loh) Pokoknya, bagaimana pun keadaanmu di tahun 2020 nanti, ingat...kau perempuan yang sangat kuat, tidak mau bergantung pada orang lain, dan kau punya keluarga serta sahabat yang begitu setia. Dan ya g terpenting, Tuhan Yesus selalu ada bersamamu. You are loved.

Jangan lupa bahagia ♥

Minggu, 07 Februari 2016

Sore di Toraja agak sepi kalah itu. Sebenarnya orang-orang rumah masih banyak. Hanya saja sering terjadi, ketika duduk di depan rmh...pikiran tentang teman2 seusia saya yang sudah melanglang buana kemana2 a.k.a merantau selalu mengganggu. Dan pikiran2 semacam itu bisa memicuh kegalauan akut yang selalu ingin saya hindari.

Langit berwarna jingga yang kelihatan begitu indah juga tidak selalu mampu membuat saya terhindar dari perasaan "aneh" itu. Satu hal lagi, ketika sudah dewasa (fase ketika pertanyaan "akan jadi apa saya nanti ?" pernah terlintas dipikiran) saya sering berpikir betapa senangnya berada pada usia seperti adik dan keponakan2 saya. Usia dimana pertanyaan yang paling sering terlintas di pikiran hanya seputar perkara "mau main apa ya ?"

Kembali lagi pada sore itu, ketika lagi asyik duduk2 risau di depan rumah tante (spot paling indah di sore hari) saya mendapati adik dan ponakan saya yang cemberut gara2 bingung mau main apa. Nah, tidak ingin stuck dipikiran2 yg membuat saya tertekan...saya pun iseng2 memdemonstrasikan salah satu permainan yang sering saya dan teman2 mainkan ketika seusia mereka. Hanya bermodalkan lidi dan plastik maka jadilah penangkap capung paling jituh. Kebetulan di pekarangan rumah kami ada banyak sayur bab* tempat capung sering transit. Setelah berhasil menangkap 1 capung (yang kemudian saya lepaskan) dengan taksim saya menyerahkan alat penangkap capung itu pada mereka. Dan hasilnya, mereka senang bukan kepalang, saya lupa kalau tadi lagi risau, dan sayur bab*nya tante rusak gara2 diinjak2 oleh mereka.

Main tangkap capung

Intinya, obat risau paling jitu adalah bersenang2 seperti anak-anak. I thax to you Kids...moga nanti kalau kalian sudah dewasa, kalian sempat membaca postingan ini dan tidak lupa untuk bahagia.

Surat Ulang Tahun, Sahabat

Rabu, 06 Mei 2015



B'day girl
Halo, bagaimana kabarmu disana ?? Semoga sehat-sehat saja. Perlu kau ketahui bahwa ku tulis semua ini 1 setengah jam sebelum hari istimewamu datang. Awalnya aku bingung harus membuat apa untuk hari specialmu  yang tinggal 5400 detik itu. Sempat terlintas untuk mengutip lirik lagu selamat ulang tahunnya Dewi Lestari, tapi setelah ku resapi liriknya, ku dengar baik-baik kata demi kata, sepertinya lagu itu tidak relevan dalam situasi ini. Karena aku tidak sedang sedrama itu dalam mencari sarana untuk mengucapkan selamat ulang tahun untukmu. Masalahnya hanya ada pada jaringan internet yang masih terlalu mewah untuk kumiliki sekarang ini. Jadi harap maklum jika tulisan ini kau baca setelah malam ulang tahunmu terlewat.
Kemudian terlintas dibenakku untuk menulis surat ini. Sms terlalu singkat nak, tidak akan cukup menampung kata-kata yang akan kuucapkan padamu. Sekarang saja sudah ada 109 kata yang terketik di layar laptopku.
Isi suratnya adalah sebagai berikut, *puitis mode : on*
                Halo Yayu, sedang apa dirimu disana saat membaca tulisan ini ?? Bagaimana kabar ibu guru siti ?? Kabarku disini baik-baik saja, dan masih dengan rutinitas yang sama, bersemedi di dalam kamar kost. Ahh..kita terlalu jauh, padahal  ingin sekali aku mengucapkan selamat ulang tahun ini secara langsung. Tapi Yayu, ambil saja sisi positifnya. Sahabatmu ini tidak akan repot-repot menjadi penyair jika kau ada di Makassar.

Laki-laki

Jumat, 17 April 2015



Kalau ada laki-laki yang sangat aku rindukan saat ini, dialah papa. Laki-laki yang penuh dengan percaya diri, yang aku tau semua demi membuatku termotivasi untuk menjadi lebih darinya. 

Laki-laki yang relah jauh dari keluarga selama bertahun-tahun bahkan meninggalkan moment-moment ketika anaknya tumbuh menjadi remaja, hanya agar kami bisa dapat kehidupan yang lebih baik.

Laki-laki yang saat ini telah berhenti dari rutinitas pekerjaannya, dan ikut membantu mama tanpa merasa gengsi. 

Laki-laki yang mengajarkanku untuk selalu berbelas kasihi karena katanya saat ia berada di daerah orang ia juga hidup dari belas kasihan orang lain.

Laki-laki yang selalu lucuh karena kata-kata aneh dan candaan khas kampungnya.
Laki-laki yang dapat menjadi teman duet terbaik, karena suara dan kemampuan bermain gitarnya yang sangat baik.

Laki-laki yang dengan senang hati memasak untuk mama ketika mama sedang sibuk-sibuk karena orderan jahitan yang menumpuk.

Tidak banyak kata yang bisa menggambarkan seperti apa dirinya, tidak semua yang kau rasakan bisa diungkapkan dengan kata bukan ?

Oh yah, satu lagi…dia laki-laki yang sangat suka dengan salah satu lagu Ebiet G. Ade, yang  potongan liriknya kurang lebih seperti ini,
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
“Dari pintu ke pintu ku coba tawarkan nama demi terhenti tangis anakku dan keluh ibunya.
Tetapi nampaknya semua mata memandangku curiga seperti hendak telanjangi dan kuliti jiwaku.
Apakah buku diri ini harus selalu hitam pekat, apakah dalam sejarah orang harus pahlawan.
Sedang Tuhan di atas sana tak pernah menghukum dengan sinar matanya yang lebih tajam dari matahari….”

Cerita KKN (Part 2)

Selasa, 13 Agustus 2013

KKN Unhas Gel. 85 Kec. Walenrang
Matahari sudah mulai nampak, dan terlihat  jejeran rumah-rumah sederhana di sepanjang jalan. Entah, apa nama daerah-daerah yang telah saya lewati untuk sampai ke Walenrang, satu hal yang pasti..pemandangannya lumayan cantik. Sempat terlihat, teman-teman KKN di kecamatan lain, yang  singgah di kantor Bupati, tapi bus kami tidak lewat disana mungkin karena perjalanan yang harus kami tempuh masih agak panjang. Dan setelah jam 9 pagi, tibalah kami di kantor kecamatan Walenrang. Semua koper-koper dan barang-barang diangkat oleh teman-teman cowok ke depan kantor. Saya sendiri masih bermuka bantal dan setengah sadar saat itu.

Cerita KKN (PArt 1)

Senin, 08 April 2013

Malam itu para gadis  (Yayu, Jay, Ayu, Depe) lagi nginap di kamar kostq #Lagi. Pas lagi ketawa-ketiwi sama teman – teman, tiba-tiba hpku berbunyi. Ternyata sms dari cici, yang isi pesannya kurang lebih mengatakan bahwa sudah ada pengumuman mengenai pembagian lokasi KKN. Kamarku yang tadinya heboh, tiba-tiba jadi sepih. Semua merasa was –was dengan pembagian lokasi ini. Dengan bermodal Android, segera ku buka web UPT KKN.
                     Pokoknya malam itu rasanya kayak lagi nunggu lahiran anak pertama -__-“ deg –degan beud dahh !!!! And then, si web memerintahkan saya untuk memasukkan NIM. Puji Tuhan, malam itu signal lagi cakep jadi tanpa perlu menunggu lama lokasi KKNku nongol juga. KAB. LUWU, KECAMATAN WALENRANG. Awalnya, saya  fine2 saja dengan daerah itu, tapi setelah tau kalau sahabat-sahabat saya malah 1 kecamatan dan hanya diriku yang terlempar di Walenrang, rasanya rada-rada tidak rela juga. Why me ???

Nostalgila d’ShiNe_dRuVa

Sabtu, 27 Oktober 2012

D' Shine Druva
Ketika itu, saya sedang membuka Facebook dan tiba – tiba saya penasaran dengan status – status yang pernah saya buat semasa SMA dulu. Syukurnya, dengan begitu mudahnya di FB kita dapat melihat hal itu. So, saya segera meng-klik tahun 2009 di sebelah kiri Timeline FB saya. Saat membacanya, menertawakan status yang pernah saya buat karena dipenuhi dengan kalimat – kalimat yang disusun dari huruf besar keci. Alay !!! Namun, ada beberapa hal di timeline itu yang membuat saya begitu rindu pada mereka. Ya, pada mereka yang pernah dan akan selalu menjadi bagian hidup saya yang terindah. Mereka sahabat – sahabatku :D

Puisi Satu Hari

Minggu, 17 Juni 2012

Kau adalah keindahan pagi
Ketika embun bergelayut di dedaunan
Ketika matahari tampak malu untuk bersinar
Ketika udara begitu sejuk membelai tubuh
            Kau adalah keangkuhan siang
            Ketika embun hilang di dedaunan
            Ketika matahari ganas menembus kulit
            Ketika udara dan polusi melebur jadi satu
Kau adalah dinginnya malam
Ketika embun berdamai dengan dedaunan
Ketika matahari lelah berganti bulan
Ketika udara bercerai dengan polusi

Pilih mana, dikejar setan atau dikejar deadline ??

Selasa, 22 Mei 2012

Hm..kalau disuruh memilih, apa yang akan kalian pilih antara di kejar setan atau mendingan di kejar deadline. Bagi saya dua hal ini merupakan hal yang menyeramkan. Tapi tetap saja jika disuruh memilih, mungkin saya akan lebih memilih di kejar setan dari pada deadline. Mengapa demikian ?
                Selama tiga hari, saya mengikuti pelatihan Timelines yang merupakan salah satu pelatihan yang ada di KOSMIK ( Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi). Pelatihan ini dihelat pada tanggal 18 hingga 20 Mei. Pelatihan yang bertema “Bring the words out” ini sebenarnya merupakan pelatihan yang lebih terfokus dalam hal jurnalistik  misalnya seperti menulis berita, melakukan wawancara, hingga membuat berita itu dalam bentuk buletin.

Kejutan ter "krik"

Kamis, 10 Mei 2012

Sebelum kita masuk pada inti dari persoalan, mungkin ada baiknya kalau saya jelaskan sedikit tentang arti “krik” ini. Hm, krik bisa diartikan sebagai krancis, garing, renyah, dan pokoknya sesuatu yang amat sangat tidak lucuh. Lanjuuuuuut..
                Tepat 5 Mei yang lalu seorang teman atau lebih tepatnya sahabat atau lebih tepatnya lagi saudara seperjuangan sepenanggungan dan sependeritaanq yang bernama Yayu R. Mayangsari berulang tahun yang ke-20. Tidak seperti ulang tahun teman – teman yang lainnya yang penuh dengan rancangan dan scenario yang mematikan bagi si yang berulang tahun, kali ini sepertinya kami mulai kehabisan ide – ide cemerlang. Ya, sekedar menginformasikan beberapa surprise yang kami buat selalu berhasil dan tentunya tidak krik. Misalnya saja surprise buat jayanti beberapa jam setelah kepulangannya dari Purwakarta, surprise buat Ria tgl 1 Mei yang jelas – jelas ultah bulan Maret lalu ( maksa banget >.<’’), dan tentunya surprise mereka ke saya yang bikin jengkel tingkat dewa pangkat 2 x 100. Semuanya sukses !!!!
                Tapi hari ini sangat berbeda. Tidak seperti biasanya dimana selalu ada kegalauan walaupun dengan kadar 5%. Hari ini lebih banyak diisi dengan tawa tanpa sedikitpu kegalauan. Kata orang kalau dosis
tertawa sudah melewati batas yang dianjurkan, maka “sesuatu” akan terjadi. Dan itu memang terjadi.
                Sebenarnya hari selasa besok, Yayu’ ngajak karokean. Tapi entah mengapa dipercepat ke hari itu jg. Dan krna judulx gratisan, siapa yg bisa nolak. Maka kami, melaksanakan Plan B.
Beli kue buat Yayu _ kasih surprise di tempat karokean_Nyalah lilin_tiup lilin_potong kue_makan kue !!!
                Tapi kenyataannya tidak demikian. Setelah Ria dan Unhy berkeliling Makassar untuk mengecek tempat  karaokean Ternyata semua karoke di Makassar tertutup khusus untuk hari itu. Jadi, kami melangkah ke planning terakhir, yaitu bawa kue ultah ke kosannya Yayu’ dengan lilin yang sudah menyalah_masuk ke kamar kosannya dengan menyanyikan lagu ”slamat ulang tahun”_yayu terkejut karena tidak menyangkah kami ingat ulang tahunnya_Yayu make a wish_Yayu tiup lilin_Yayu potong kue_Yayu bagi kue_terakhir, foto bareng deh !
                Saya, Rahma, dan Jayanti pun segera melangkahkan kaki menuju workshop ( daerah kosanx si Yayu’). Dengan hati yang gembira, kami pun mulai menelusuri jalan ke rumah kost Yayu’. Namun, setelah berada tidak jauh dari TKP J, OMG kami lupa membawa korek. Mau beli, tapi sudah terlalu capek untuk melangkahkan kaki hanya untuk membeli korek yang terlupakan itu. So, dengan sangat meyesal kami memasuki kosannya, dengan membawa kue tanpa lilin yang menancap di atasnya. Yayu, tidak terkejut sama sekali, sebaliknya malah menertawai kami habis – habisan karena membuat segudang rencana tanpa ada satupun yang terealisasi. Setelah itu, sahabatku yang bernama Yuniar juga menyusul ke TKP dengan style ala ibu RT. 
 
Yayu b'day
 
Walaupun KRIK,  perjuangan kami tetap terbayar. Nampak jelas kalau sahabatku ini bahagia bukan main. Lagian, dalam moment yang sederhana itu kami bisa sama – sama mengecap kebahagian yang tidak dapat di beli dengan uang atau hal apapun di dunia ini. Menyenangkan memang, saat kita memiliki orang  - orang yang peduli dan menyayangi kita sekalipun tidak memiliki hubungan darah yaitu sahabat.
                Selamat tambah tua Yayu’ Mayangsari. Trima kasih karena sudah menjadi sahabatku selama di tanah rantau ini. Doaku, semoga kelak kita bisa mencapai puncak - puncak impian yang telah kita bangun bersama – sama. Satu hal yang harus kau tau adalah kau telah berhasil menjadi teladan bagi kami - kami ini dengan segudang kebaikanmu. Trima kasih karena kau peduli, tidak egois, jujur ( blak - blakanJ), slalu mau berbagi kamera dengan kami yang BELUM punya. hehee. Terima kasih juga untuk traktirannya.  
God bless u always

Ini bukanlah sebuah akhir, tapi ini adalah sebuah permulaan

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS