Pages

Sinopsis Novel Inferno (Ala-ala)

Kamis, 22 September 2016

Novel Inferno hasil minjem dari Yuniar :D
  Akhirnya buku setebal 642 ini selesai juga saya baca. Bukan karena membaca buku ini membuat saya terbeban, melainkan karena saya sangat penasaran dengan endingnya. Dan lagi-lagi Dan Brown sukses membuat saya terkagum denga caranya menciptakan alur cerita.

Untuk kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang salah satu novel karya Dan Brown yakni Inferno. Kisah ini bermula saat Robert Langdon terbangun disebuah Rumah sakit dalam keadaan amnesia. Ia tidak mengingat apa yang telah menimpahnya sehari sebelum berada di tempat itu. Tidak sampai disitu, seorang perempuan bagaikan pembunuh profesional berusaha mengejarnya. Beruntung seorang dokter yang penuh rahasia bernama Sienna Brooks membantunya melarikan diri ke apartemen milik Sienna. Dari sanalah ia menemukan sebuah tabung berisi proyektor yang berada dalam saku jaket miliknya. Proyektor itu menggambarkan neraka berdasarkan puisi Dante. Beberapa memory yang hilang dalam otaknya membuat Langdon tidak memiliki pilihan selain berusaha mengungkap misteri dibalik Inferno karya Dante demi menjawab pertanyaan mengapa ia bisa berada di Florence dan bukannya di Amerika. Dan malangnya, kini bukan hanya perempuan pembunuh saja ya b mengejarnya namun juga sepasukan tentara berseragam hitam.

Dalam pelariannya bersama Sienna, teka teki tentang tujuannya berada di Florence mulai terkuak. Dan kepiawaiannya dalam simbol-simbol membawahnya pada sebuah nama yakni Bertrand Sobrist, ahli dibidang genetika dengan pemikiran yang menyatakan bahwa jumlah manusia di dunia yang terus menerus bertambah dapat mengakibatkan kepunahan umat manusia. Untuk menghindari itu ia menciptakan sebuah mahakarya yang dianggapnya dapat menyelamatkan dunia yakni virus. "Mahakarya"nya itu kemudian sengaja diletakkannya di ruang bawah tanah sebuah gedung bersejarah yang tidak menunggu waktu lama untuk menyebar. Hal itu membuat Langdon harus berusaha keras menemukan dimana tepatnya benda itu diletakkan. Pencarian virus ini membawah Langdon ke gedung-gedung bersejarah di Florence, Venecia, hingga Istanbul Turki. Dan sebagai seorang simbolog, Langdon juga harus berusaha keras mengartikan setiap simbol maupun puisi-puisi Dante Alighieri yang merupakan inspirasi seorang Sobrist.

Alur cerita dalam novel ini sangat tidak terduga. Dan Brown seolah2 menggiring pembaca untuk menduga2 isi cerita namun penghujung ceritanya justru tidak seperti yang kita pikirkan. Keren !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS